Wednesday, January 4, 2012

Jabal Rahmah

Jabal Rahmah adalah bukit berbatu yang terletak di timur kota Makkah. Di bukit inilah konon merupakan tempat bertemunya Nabi Adam as dan  Siti Hawa setelah diturunkan dari surga dan terpisah selama 200 tahun. Lokasi pertemuan ini ditandai dengan tugu putih dipuncaknya.

Ditempat ini Allah memberikan pengampunan bagi Nabi Adam as dan Siti Hawa, oleh sebab itu tempat ini diberi nama Jabal Rahmah (mount of mercy, bukit pengampunan).

Puncak ibadah haji (wukuf) ada di sini, jabal rahmah dan lapangan sekelilingnya yang disebut padang Arafah, dengan kata lain wukuf adalah untuk menapak tilas kegigihan beliau, bahwa rahmat dan ampunan Allah SWT akan diberikan bagi mereka yang bersungguh-sungguh meminta dan berusaha dengan keras untu mendapatkannya.

Banyak sekali orang yang berpendapat bahwa disini tempat afdhal untuk berdoa meminta jodoh dan berharap akan mendapat keluarga yang sakinah. Bahkan ada yang sengaja membawa spidol dan alat tulis lainnya untuk menulis nama di tugu putih ini. Meskipun tiap tahun pemerintah arab Saudi mengecat ulang dan ada larangan untuk menulisi tetap saja banyak jamaah umrah dan haji yang mencoretinya. Ada pula yang sengaja membawa foto untuk dikubur/ditaruh di bukit ini, meskipun tidak ada hadist atau fatwa yang sahih sebagai dasar hukumnya.

Sebenarnya sah-sah saja untuk berdoa di tempat ini, karena berdoa bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
Yang perlu anda ingat, berdoalah menghadap kiblat (bukan menghadap tugu putih), selain itu , Jabal Rahmah dan padang Arafah adalah tempat yang mustajabah hanya pada tanggal 9 Dzulhijjah saja.

Thursday, December 15, 2011

Jabal Uhud

Jabal Uhud adalah bukit yang berwarna kemerah-merahan yang terletak kurang lebih 5 km dari kota Madinah.
Sekilas tak nampak ada yang istimewa dari gunung ini, tetapi gunung ini menjadi saksi bisu pertempuran besar antara kaum muslim dan kaum kafir Quraisy yang menyebabkan gugurnya 70 orang syuhada muslim termasuk paman Rasulullah Hamzah bin Abdul Muthalib r.a. Makam para syuhada ini masih berada di jabal Uhud hanya dibatasi tembok disekelilingnya tanpa ada batu nisan.

Pertempuran yang terjadi di tahun 3 Hijriah (625 M) ini dipicu oleh kemarahan kaum kafir Quraisy yang kalah pada perang Badar dan ingin menuntut balas. Pasukan muslim yang berjumlah sekitar 700 orang dipimpin oleh Rasulullah SAW mencegat kedatangan kurang lebih 3000 orang tentara mereka di jabal Uhud. Sekitar 50 orang pemanah jitu ditempatkan diatas gunung untuk memberikan serangan kejutan, dan Rasul memerintahkan pasukannya untuk tetap berada di posisi sampai perintah lebih lanjut. Serangan kejutan ini berhasil memukul mundur kaum kafir.

Sayangnya para pasukan muslim ini tidak semua mematuhi perintah Rasulullah untuk tetap berada di posisi, sebagian  karena tergiur harta rampasan perang yang ditinggalkan kaum kafir. Disaat mereka lengah, kaum kafir menyerang balik dibawah pimpinan Khalid bin Walid yang saat itu belum masuk Islam. Serangan balik yang hebat ini berhasil mengalahkan kaum muslim. Hamzah bin Abdul Muthalib r.a , sang Singa Allah terbunuh secara sadis oleh lontaran lembing budak bernama Wahsyi bin Harb, jantungnya dikeluarkan  dan dimakan oleh Hindun binti Utbah istri Abu Sufyan, Rasulullah SWT pun nyaris terbunuh karena terluka parah, begitu juga dengan sisa pasukan muslim yang tersisa.

Kaum muslimin pun mundur dari lereng Uhud dan atas ijin Allah SWT, pasukan kafir tidak menyerang lebih lanjut tapi berpawai kembali ke Mekkah untuk mengumumkan kemenangan mereka.

Sedemikian dahsyatnya Perang Uhud ini hingga  diabadikan dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 152-168

Dan sungguh Allah telah memenuhi janjiNya kepadamu ketika kamu membunuh mereka dengan izinNya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mengabaikan perintah rasul setelah allah memperlihatkan kepada kamu apa yang kamu sukai. Diantara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada (pula) orang yang menhghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk mnegujimu tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin.(QS Ali Imran:152)

Perang Uhud ini memberikan pelajaran pahit sekaligus penting bagi kaum muslimin tentang pentingnya mematuhi perintah atasan. Kemenangan yang sudah didepan mata, dan harapan untuk merebut kembali kota Mekkah menjadi hilang sirna hanya karena lalai .

Tentang jabal Uhud, Rasul bersabda
‘Jabal Uhud adalah bukit yang mencintai kita dan kita mencintainya (HR. Muslim). “

Foto diambil dari Wikipedia

Wednesday, December 14, 2011

Masjid Quba

Masjid Quba adalah masjid tertua dalam sejarah Islam, terletak sekitar 3 km arah selatan dari kota Madinah dan dibangun oleh Rasullulah pada awal hijrah beliau dari Makkah dan dibangun bersama-sama dengan para sahabat dan kaum Anshar.

Tentu saja masjid yang kita lihat sekarang bukan bangunan asli, karena sudah mengalami berbagai renovasi. Renovasi besar-besaran dilakukan di tahun 1986 dibawah pengawasan arsitek Abdul Wahid El Wakil dari Mesir dengan penambahan ruang shalat, tenpat wudlu, kantor, perpustakaan dan pertokoan.

Masjid ini juga muncul dalam beberapa hadits, diantaranya :
Dari Abdullah bin Dinar: Ibnu Umar berkata Rasul biasanya pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu (kadang-kadang) berjalan dan (kadang-kadang) menaiki unta (Hadist Bukhari no.284)

Meskipun tidak ada hubungannya dengan ritual ibadah haji, masjid ini memiliki keistimewaan khusus sesuai dengan hadist berikut :

“ Barangsiapa yang berwudhu dari rumah kemudian shalat dua rakaat di Masjid Quba, akan mendapatkan pahala setara Umrah” (hadist riwayat Ahmad bin Hambal, An-Nasai, Ibnu Majah dan Hakim al-Nishaburi)

Hadist ini muncul pada saat penduduk Madinah mengadu ke Rasulullah SAW, mereka iri pada penduduk Mekkah yang bisa setiap saat melaksanakan umrah, sehingga hadist ini muncul untuk menjawab keresahan tersebut.

Mengapa masjid Quba ?, karena masjid ini yang disebut dalam QS At-Taubah 108

“Janganlah  engkau melaksankan shalat dalam masjid itu selama-lamanya, Sungguh masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan shalat didalamnya. Didalamnya ada orang2 yang membersihkan diri . Allah menyukai orang2 yang bersih”

Oleh karena itu, manfaatkan waktu anda selama di Madinah untuk ke masjid Quba sedapat mungkin setiap hari, biaya taksi untuk menuju kesana cukup murah antara 5-10 SR tergantung jauh dekatnya penginapan anda.

Disini juga banyak toko yang menyediakan kurma yang masih baru dipetik, baik yang sudah dibekukan atau segar.

Insya Allah, perjalanan haji dan umrah anda akan semakin berkesan.


Foto diambil dari web Kementerian Haji Arab Saudi dan CoolWalpaperBlog

Tuesday, October 18, 2011

Jabal Magnet

Orang Madinah menyebutnya  Manthaqotul Baido (Tanah Putih), tapi orang Indonesia menyebutnya Jabal Magnet (Gunung Magnet).

Letaknya kurang lebih 30 menit naik bis dari pusat kota Madinah ke arah Tabuk di Wadi al Jinn. Seperti umumnya jazirah Arab, Jabal Magnet ini kering, gersang dan panas. Lalu apa istimewanya?

Di gunung ini keanehan alam terjadi, dimana konon gaya gravitasi bumi disini lebih besar dari tempat lain dan sanggup menggerakkan bis yang berpenumpang penuh untuk melaju sekitar 120 km/jam, meskipun mesin mobil dalam keadaan mati.

Apa iya disini gaya gravitasinya memang lebih besar dari lain?, dari sumber http://www.faktailmiah.com/, para ahli menyimpulkan sebenarnya tidak ada yang istimewa.
Lah kok mobil bisa bergerak sendiri? Disini ada fenomena ilusi optic yang diciptakan oleh lereng, gunung, garis cakrawala  dan lansekap keseluruhan yang ‘menipu’ mata, sehingga jalanan yang seakan-akan menanjak itu sebenarnya menurun, itu sebabnya mobil bisa dengan mulus bergerak.
Tentu saja tipuan mata ini tidak terjadi diseluruh bagian gunung, hanya ada di titik khusus yang memungkinkan ilusi ini terjadi.

Hasil pengukuran GPS dipuncak tanjakan dan di lereng tanjakan membuktikan fenomena ilusi optik ini. Oleh karena itu SGS (Saudi Geological Survey) dan warga Madinah sendiri tidak pernah heboh mengenai adanya Jabal Magnet.

Bukan hanya di Madinah, ada beberapa tempat didunia yang memiliki efek serupa di China: (Liaoning, Shan Dong, Xi An), Taiwan, Utah, Uruguay, India (Ladakh), Korea, bahkan Indonesia.
Terlepas dari apapun itu, berwisata di gurun panas dan menikmati ilusi-nya bukan hal yang bisa kita lihat setiap hari dan ini adalah tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

foto dipinjam dari http://tutorkom.blogspot.com

Sunday, October 9, 2011

Muadzin Masjid Haram

Tahukah anda bahwa tidak semua orang bisa menjadi muadzin di Masjid Haram ?. Ada beberapa keluarga yang sudah beberapa generasi saling mengisi mengemban tugas menjadi muadzin seperti keluarga Mulla, Shaker, Rayes, Al-AlAbbas, Hadrawi, Basnawi, Khouj, Marouf and Feedah

Sekedar untuk pengetahuan anda, sekarang Masjid Haram memiliki 13 muadzin tetap. Jumlah ini akan bertambah lagi 4-6 orang lagi di bulan Ramadhan.
Muadzin tetap sekarang adalah :

  • Ali Ahmed Mulla (على أحمد ملا)
  • Abdullah Asad Reyes (عبدالله أسعد ريس).
  • Abdulaziz Asad Reyes (عبدالعزيز أسعد ريس).
  • Mohammed Ali Shaker (محمد علي شاكر).
  • Mohammed Yousif Shaker (محمد يوسف شاكر).
  • Ibrahim Mohammed Hassan Al-AlAbbas (ابراهيم محمد حسن آل العباس).
  • Majid Ibrahim Al-AlAbbas (ماجد ابراهيم آل العباس).
  • Farouk Abdulrahman Hadrawi (فاروق عبد الرحمن حضراوى).
  • Sheikh Naif bin Salih Wa'dhudeen (نايف فيدة).
  • Ahmed Abdullah Basnawi (أحمد عبدالله بصنوي).
  • Ali Mohammed Moammar (علي محمد معمر).
  • Toufik Khouj (توفيق خوج).
  • Mohammed Siraj Marouf (حمد سراج معروف ).

Sunday, October 2, 2011

Perdalam Ilmu Manasik Anda

Nasihat ini penting untuk semua calon jamaah haji dan umrah mengingat banyaknya kesalahan-kesalahan dan kebid’ahan yang terjadi pada prosesi haji dan umrah.

Nabi Muhammad SAW hanya berhaji sekali dan beliau bersabda yang artinya
,”Ambillah dariku manasik kalian.” (HR. Muslim)
Seharusnya manasik ini gampang diikuti karena contoh hanya diberikan sekali oleh beliau, namun mengapa banyak terdistorsi? Salah satu penyebabnya adalah lemahnya ilmu dari para jamaah.

Dengan menjamurnya KBIH dan travel haji, membuat sebagian besar jamaah menggampangkannya, Toh nanti akan ada pembimbing, toh nanti akan dipandu, toh ada buku doa dsb. Masalahnya,  apakah anda yakin akan tetap bersama rombongan anda?, bagaimana bila anda mendadak terpaksa harus ke toilet? atau harus menunggui orang tua anda yang berjalan pelan-pelan?, atau anda terdesak oleh jamaah lain sehingga terpisah?  Bagi sebagian besar jamaah yang mengalami kasus ini akhirnya meramu sendiri tata caranya, sehingga bukan hal yang aneh bila anda mendapati jamaah yang melakukan tahallul setelah sa’I dan thawaf haji (thafaf Ifadhah), tidak shalat 2 rakaat setelah selesai tawaf, menjama’ melempar jumrah, dan banyak lagi tata cara menyimpang yang terjadi.

Mengingat bahwa ibadah haji dan umrah ini memerlukan biaya yang besar, amatlah sangat disayangkan kalau calon jamaah tidak menguasai tata cara yang sesuai sunnah. Insya Allah tidak sulit, anda tidak harus menghafalkan doa berbahasa Arab segambreng karena hanya akan membuat anda panik. Yang harus anda ingat hanya doa di antara Rukun Yamani dan Rukun Hajar Aswad, doa saat memulai sa’i dan doa diantara dua diantara dua lampu hijau (untuk laki-laki), selanjutnya terserah anda sesuai hajat masing-masing, dengan bahasa apapun yang anda pahami.

Yang lebih penting untuk anda ingat adalah urutannya, sunnah-sunnahnya dan larangannya.

Dengan melakukan ibadah secara mandiri banyak keuntungan untuk calon jamaah.
  1. Anda tidak perlu membuat aneka formasi demi mempertahankan rombongan anda,
  2. Anda dapat mengatur sendiri ritme anda, dan bisa dengan bebas berlama-lama berdo’a  di tempat yang mustajab
  3. Anda akan terhindar dari kemungkinan mendzalimi jamaah lain akibat desakan anda
  4. Anda bisa mengatur waktu ibadah anda sendiri, kapan anda tawaf, sa’i atau melempar jumrah  (tentunya dalam koridor waktu yang sudah ditetapkan)

Jadi, gunakan waktu anda pada saat bimbingan sebaik-baiknya untuk memahami urutan manasik sekecil-kecilnya. Bila anda benar-benar tidak punya waktu, setidak-tidaknya gunakan waktu sebelas jam anda di pesawat.

Percayalah, beribadah haji dan umrah secara mandiri lebih nyaman dan menyenangkan.

Friday, September 30, 2011

Kisah tentang Kiswah


Seperti halnya Ka’bah dan Masjid Al Haram sendiri, Kiswah (kain penutup ka’bah) juga punya sejarah yang menarik.

Ada beberapa sumber yang menyatakan bahwa orang pertama yang menyelimuti Ka’bah adalah Nabi Ismail a.s. Sumber yang lain menyatakan Kiswah pertama dibuat oleh Adnan bin Ad, moyang Nabi Muhammad saw. Tapi sumber lain menyebutkan bahwa Tub’a, Raja Humayyur di Yaman adalah orang pertama yang memulai tradisi ini.

Sejarah juga menyebutkan pada masa sebelum Islam, Abu Rabi’ah Bin Amr Al Makhzoumi, orang kaya pada masa itu membuat perjanjian dengan suku Quraish (suku yang menguasai kota makkah saat itu) bahwa beliau akan menyediakan kain penutup ka’bah ini selama setahun, lalu tahun berikutnya giliran suku Quraish. Perjanjian ini terus berlangsung sampai beliau meninggal.

Nabi Muhammad dan umat Muslim pada masa awal Islam tidak ambil bagian dalam menutup Ka’bah, karena suku Quraish tidak mengijinkan, tetapi setelah pendudukan Makkah, Nabi membiarkan kiswah suku Quraish berada ditempatnya sampai akhirnya kiswah ini terbakar  gara-gara seorang wanita mengasapi Ka’bah. Rasulullah lalu menutup Ka’bah dengan kain dari Yaman.  Setelah Rasul wafat, para kalifah melanjutkan tradisi ini, Kalifah Umar bin Khattab konon memotong-motong kiswah yang lama lalu membagikannya ke pada jamaah haji untuk memayungi jamaah dari sengatan hawa panas kota Makkah.

Kalifah Muawiyah lalu mendandani Ka’bah dua kali setahun. Kemudian Yazid bin Muawiyah, Ibnu al Zubair adalah kalifah yang memulai membuatnya dari sutra. Pada masa ini tradisi yang berlaku, kiswah yang lama tetap terpasang, sementara kiswah yang baru menutupinya, hal ini berlangsung sampai masa kekalifahan Abbasyiah, Al Mahdi. Beliau yang menunaikan haji pada tahun 160 H dan menyaksikan bahwa hal ini menyebabkan kerusakan pada ka’bah karena menanggung berat kiswah yang terus menumpuk, lalu membuat kebijakan bahwa hanya satu lembar kiswah saja yang menutupi Ka’bah pada satu waktu.

Kalifah Al Mamun malah mengganti kiswah tiga kali setahun, merah setiap tanggal 8 Dzulhijjah, Gabati Putih pada tanggal 1 Rajab dan bokat merah lagi pada tanggal 29 Ramadhan, kalifah sesudahnya Al Nasir mengganti lagi warna Kiswah menjadi hijau, akan tetapi setelah berjalan beberapa lama, kalifah Al Nasir memutuskan untuk menggunakan warna hitam yang dipertahankan sampai saat ini.

Sementara itu, Sitarah (bagian yang menutupi pintu kaabah) yang dinamakan burqa mulai diperkenalkan tahun 810 H. Antara tahun 816 dan 818 H, sitarah ini dihentikan tapi dimulai lagi tahun 819H sampai sekarang.

Lokasi pembuatan kiswah pada massa Kalifah As-Salih Ayyub, dilakukan di Mesir dan dikirim dengan parade besar-besaran tahunan sebelum musim haji, materialnya didatangkan dari Sudan, Mesir, India dan Irak. Tradisi ini berlanjut sampai masa kekuasan Turki berakhir dan digantikan oleh Kerajaan Arab Saudi pada masa PD I.

Raja Abdul Azis membangun pabrik kiswah di Mekkah, berikutnya pabrik kiswah yang baru di bangun di Um al Joud atas perintah Raja Faisal di tahun 1382 H.

Kiswah sekarang ini terbuat dari sutra hitam yang tebal dengan bordiran benang emas, sementara sitarah-nya terbuat dari material yang sama yang dibordir dengan benang emas dan perak. Pada awalnya semua pekerjaan dilakukan dengan tangan, akan tetapi seiring dengan perkembangan jaman dan demi kecepatan pembuatannya proses border dilakukan dengan mesin dan computer.  Pembuatan kiswah sendiri menelan biaya SR 17,000,000 untuk menutup area seluas 658m2,  dibutuhkan total 670 kg kain sutra alam dan 15kg benang emas murni untuk membordirnya

Pada masa kerajaan Saudi, penggantian kiswah dilakukan setiap tanggal 9 Dzulhijjah, saat semua jamaah haji sedang berada di Arafah untuk melakukan wukuf. Kiswah yang lama akan dipotong-potong dan diberikan sebagai suvenir untuk tamu kerajaan, dan organisasi Islam. Sebagian lagi dijual sebagai suvenir untk para jamaah haji.

Last but not least, tahukah anda apa tulisan yang tersulam di kiswah?

Tulisan itu adalah kalimat syahadat, "La Ilaha Ila Allah , Muhammadar Rasulullah". "Allah Azza wa jalla", "Subhanallah wa bihamdihi", "Subhanallahil Adziim", "Ya hanan", "Ya Manan" sementara bagian yang melingkar di sekeliling Ka’bah adalah sulaman Surat Al Ikhlas