Showing posts with label nasihat. Show all posts
Showing posts with label nasihat. Show all posts

Sunday, March 17, 2013

Haji atau Umrah dulu?


Seringkali kali kita mendengar pernyataan, “Gak afdol kalo umrah dulu sebelum haji” atau “ dahulukan yang wajib dulu” ada juga yang “ Saya umrah dulu sebelum haji untuk mengenal medan” dsb..

 

Mana yang benar? Pendapat diatas semuanya benar, mengingat keumuman dalil untuk mendahulukan  yang wajib. Akan tetapi khusus untuk ibadah umrah ada kekhususannya karena Rasulullah  SAW melakukannya 3 kali sebelum menjalankan ibadah haji.

 

Sejarah mencatat Rasulullah SAW menjalankan umrah pertama kali sebagai bagian dari tahun 6 H atau 628 M. Saat itu Rasulullah dihalang-halangi oleh kaum kafir Quraish untuk memasuki kota Mekkah. Setelah berunding, akhirnya tercapai kesepatan yang terkenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah yang salah satu isinya, gencatan senjata dan Rasulullah harus kembali ke Madinah tanpa mengerjakan umrah, akan tetapi boleh akan tetapi diperbolehkan mengerjakan umrah di tahun berikutnya.

 

Meskipun, gagal mengerjakan umrah akan tetapi, kejadian ini sudah dihitung sebagai umrah Rasulullah yang pertama.

 

Umrah kedua terjadi tahun 7 H, sebagai bagian dari Perjanjian Hudaibiyah, dan dikenal sebagai umrah Qadha.

 

Umrah ketiga dilakukan setelah perang Hunain saat peristiwa Pendudukan Mekkah (Fathul Makkah) yang berakhir dengan kemenangan di pihak kaum Muslimin. Rasulullah saat itu berada di Ji’rona untuk membagi rampasan perang, beliau lalu berihram dan melakukan umrah.
 
Setelah itu baru Rasulullah melakukan umrah yang merupakan bagian dari ritual ibadah haji yang dikenal sebagai haji wada  sebagaimana diriwayatkan dalam hadist Bukhari
 
866[Bukhari 1778] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra bahwa dia ditanya: "Berapa kali Nabi Saw melaksanakan umrah?" Anas ra menjawab: "Empat kali, 1) Umrah pada peristiwa Hudaibiyah di bulan Dzul Qa'dah yang ketika itu beliau dihalangi oleh orang-orang musyrik. 2) Umrah pada tahun berikutnya pada bulan Dzul Qa'dah pula ketika berlangsung gencatan senjata antara beliau dengan orang-orang musyrik. 3) Umrah dari Ji'ranah, tempat beliau membagikan harta rampasan perang yang setahu saya adalah perang Hunain. 4) Umrah pada haji wada". Saya tanyakan lagi: "Berapa kali Rasulullah Saw berhaji?" Anas ra menjawab: "Satu kali".
 
Untuk saat ini, mengingat antrian haji regular di jawa timur sudah mencapai belasan tahun, sementara haji khusus membutuhkan dana yang tidak murah, mengapa anda tidak berumrah dulu seperti yang dilakukan Rasulullah SWT? Senyampang umur masih ada dan rejeki masih lapang.

Sunday, October 2, 2011

Perdalam Ilmu Manasik Anda

Nasihat ini penting untuk semua calon jamaah haji dan umrah mengingat banyaknya kesalahan-kesalahan dan kebid’ahan yang terjadi pada prosesi haji dan umrah.

Nabi Muhammad SAW hanya berhaji sekali dan beliau bersabda yang artinya
,”Ambillah dariku manasik kalian.” (HR. Muslim)
Seharusnya manasik ini gampang diikuti karena contoh hanya diberikan sekali oleh beliau, namun mengapa banyak terdistorsi? Salah satu penyebabnya adalah lemahnya ilmu dari para jamaah.

Dengan menjamurnya KBIH dan travel haji, membuat sebagian besar jamaah menggampangkannya, Toh nanti akan ada pembimbing, toh nanti akan dipandu, toh ada buku doa dsb. Masalahnya,  apakah anda yakin akan tetap bersama rombongan anda?, bagaimana bila anda mendadak terpaksa harus ke toilet? atau harus menunggui orang tua anda yang berjalan pelan-pelan?, atau anda terdesak oleh jamaah lain sehingga terpisah?  Bagi sebagian besar jamaah yang mengalami kasus ini akhirnya meramu sendiri tata caranya, sehingga bukan hal yang aneh bila anda mendapati jamaah yang melakukan tahallul setelah sa’I dan thawaf haji (thafaf Ifadhah), tidak shalat 2 rakaat setelah selesai tawaf, menjama’ melempar jumrah, dan banyak lagi tata cara menyimpang yang terjadi.

Mengingat bahwa ibadah haji dan umrah ini memerlukan biaya yang besar, amatlah sangat disayangkan kalau calon jamaah tidak menguasai tata cara yang sesuai sunnah. Insya Allah tidak sulit, anda tidak harus menghafalkan doa berbahasa Arab segambreng karena hanya akan membuat anda panik. Yang harus anda ingat hanya doa di antara Rukun Yamani dan Rukun Hajar Aswad, doa saat memulai sa’i dan doa diantara dua diantara dua lampu hijau (untuk laki-laki), selanjutnya terserah anda sesuai hajat masing-masing, dengan bahasa apapun yang anda pahami.

Yang lebih penting untuk anda ingat adalah urutannya, sunnah-sunnahnya dan larangannya.

Dengan melakukan ibadah secara mandiri banyak keuntungan untuk calon jamaah.
  1. Anda tidak perlu membuat aneka formasi demi mempertahankan rombongan anda,
  2. Anda dapat mengatur sendiri ritme anda, dan bisa dengan bebas berlama-lama berdo’a  di tempat yang mustajab
  3. Anda akan terhindar dari kemungkinan mendzalimi jamaah lain akibat desakan anda
  4. Anda bisa mengatur waktu ibadah anda sendiri, kapan anda tawaf, sa’i atau melempar jumrah  (tentunya dalam koridor waktu yang sudah ditetapkan)

Jadi, gunakan waktu anda pada saat bimbingan sebaik-baiknya untuk memahami urutan manasik sekecil-kecilnya. Bila anda benar-benar tidak punya waktu, setidak-tidaknya gunakan waktu sebelas jam anda di pesawat.

Percayalah, beribadah haji dan umrah secara mandiri lebih nyaman dan menyenangkan.